Investasi Jaringan Tenaga Kerja

Manfaat Investasi Jaringan Tenaga Kerja

Tenaga kerja yang mempunyai potensi serta kualitas memang lebih mudah ditemukan dalam pasar tenaga kerja. Investasi tenaga kerja merupakan bentuk dari program retensi yang bisa dimanfaatkan untuk mempertahankan kualitas SDM. Akan tetapi, dalam menjaring tenaga kerja tentunya juga harus yang cocok dengan misi dan misi dari perusahaan supaya kinerja menjadi lebih optimal. Upaya untuk mempertahankan karyawan yang telah bekerja secara maksimal di perusahaan tentunya menjadi bentuk investasi terhadap jaringan tenaga kerja.

Dengan begitu, tentunya perusahaan tidak akan kehilangan tenaga kerja berkualitas dan terbaik yang memberikan kontribusi besar terhadap perusahaan. Investasi tenaga kerja ini memiliki dampak yang sangat baik bagi pekerja yang ingin mendapatkan tenaga kerja di pasar tenaga kerja. Hal ini dikarenakan, citra dari sebuah perusahaan akan lebih terbentuk dengan proses perlahan namun pasti. Perusahaan bisa mempertahankan pekerja yang telah dimiliki ataupun pada akhirnya karyawan yang harus memutuskan untuk pergi supaya bisa mendapatkan pekerjaan baru. Mendapatkan kesan yang baik perlu ditanamkan untuk meningkatkan kualitas kinerja yang menjadikan citra perusahaan juga semakin baik dan terlihat lebih berkualitas. Maka, perlu dilakukan pengelolaan terhadap pekerja di perusahaan sebagai bentuk investasi yang tentunya memberikan keuntungan tidak hanya bagi pemilik, namun juga tenaga kerja itu sendiri.

Manfaat Investasi Jaringan Tenaga Kerja

1. Memahami Kelemahan dan Mendalami Kemampuan Baru

Apabila telah mengenal sejumlah pekerja secara detail tentunya bisa memikirkan kembali. Seiring tenaga kerja memberikan kontribusi terhadap perusahaan, maka SDM juga mengikuti perkembangan yang ada serta mengalami dinamika yang cukup. Pada saat tenaga kerja tersebut baru pertama kali bergabung di perusahaan hanya melalui wawancara dan tidak terlalu memahami bagaimana kinerja di sebuah perusahaan. Akan tetapi, semakin lama bekerja tentunya bisa mengubah SDM lebih berkualitas dari pengalaman yang didapatkan.

Apabila memang memungkinkan, perusahaan bisa mengatakan sesi sharing supaya lebih mengenali setiap tenaga kerja di perusahaan. Kesempatan ini bisa digunakan untuk melihat bagaimana perkembangan yang telah dialami oleh setiap tenaga kerja. Bagian HRD memiliki peranan yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan ini. Sehingga dari tenaga kerja merasa dihargai dan mendapat perhatian lebih dari perusahaan supaya dari pihak HRD bisa membuat pemetaan kelemahan dan potensi yang perlu disikapi kedepannya.

2. Mempertahankan dan Menarik Tenaga Kerja

Investasi jaringan tenaga kerja bisa melalui program peningkatan kemampuan ataupun beberapa program lain yang mendukung Sehingga nantinya dapat memberikan efek yang bagus untuk perusahaan. Jika memang perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang baru dan segar tentunya harus mempertimbangkan secara matang dalam pemilihan tenaga kerja tersebut. Apabila citra sebuah perusahaan ini terlihat baik, maka untuk jumlah tenaga kerja yang mendaftar juga semakin tinggi dan perusahaan memiliki banyak pilihan untuk dilakukan seleksi terlebih dahulu. Bagi karyawan yang telah bekerja di perusahaan tersebut, dengan kehadiran program ini bisa membantu dalam meningkatkan loyalitas dan sebagai tindakan perusahaan dalam mempertahankan tenaga kerja untuk waktu yang lebih lama.

Tenaga kerja sebenarnya sebagai aset dari perusahaan yang memiliki peranan sangat penting dalam mendukung produktivitas kinerja. Sehingga perlu dilakukan pengelolaan secara baik dan maksimal supaya tenaga kerja tidak memutuskan untuk mengundurkan diri yang berimbas terhadap kerugian perusahaan. Semakin lama masa kerja yang dilalui oleh tenaga kerja idealnya memberikan nilai lebih bagi perusahaan yang terus mengalami peningkatan. Sementara itu, ketika perusahaan kehilangan tenaga kerja yang berkualitas tentunya sangat disayangkan untuk langkah ke depannya.

3. Kepuasan Kerja

Perusahaan yang memberikan perhatian lebih terhadap tenaga kerja memberikan dampak yang sangat baik untuk meningkatkan kepuasan kinerja di perusahaan. Tenaga kerja merasa bahwasanya perusahaan tersebut memiliki kepedulian terhadap target personal yang nantinya bisa memberikan kepuasan lebih dan tenaga kerja dapat meningkatkan profesionalitasnya menjadi lebih nyaman.
Perusahaan tentunya juga harus memahami personal goal dari setiap tenaga kerja karena mereka merasa lebih diapresiasi dari kinerja yang dilakukan. Memberikan perhatian secara alami terhadap tenaga kerja menjadi bentuk motivasi tersendiri dalam meningkatkan produktivitas kinerja.
Apabila terdapat target personal yang diberikan sambutan baik dari perusahaan, apakah untuk motivasi sudah diatasi dengan baik dalam pemberian fasilitas terhadap tenaga kerja. Pengelolaan tenaga kerja memang bukan suatu hal yang mudah untuk dilakukan jika memang banyak sekali tenaga kerja di perusahaan.

4. Ikatan Perusahaan dan Karyawan

Investasi jaringan tenaga kerja berhubungan dengan ikatan antara perusahaan dan karyawan sebagai profesionalitas kinerja. Ikatan yang baik antara keduanya sebagai bentuk dasar dalam menjalin hubungan yang dilakukan oleh perusahaan terhadap karyawan. Namun, tidak ada salahnya apabila dari pihak tenaga kerja ataupun HR melakukan pendekatan melalui metode lain supaya bisa meningkatkan hubungan yang lebih baik dari tim yang bekerja di perusahaan. Melakukan investasi terhadap tenaga kerja bisa memberikan dampak yang positif guna menjalin hubungan yang baik antar pekerja di sebuah perusahaan. Hubungan yang terjalin secara hangat bisa memberikan efek untuk meningkatkan kondisi perusahaan yang lebih kondusif. Dengan demikian, bagi tenaga kerja yang telah memberikan kontribusi secara optimal di perusahaan merasa nyaman dan memperoleh ruang secara cukup supaya bisa mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Dampak positifnya yaitu produktivitas perusahaan terus mengalami peningkatan dan memberikan keuntungan yang jauh lebih besar. Kondisi tim kerja yang solid dan adanya hubungan mutualisme menjadi bentuk modal yang sangat sempurna dalam mengembangkan sebuah perusahaan.
Adapun manfaat investasi jaringan tenaga kerja tentunya memberikan dampak positif dalam pengembangan perusahaan. Hal ini perlu diimbangi dari perusahaan dalam menjalankan program untuk memberikan kepuasan kerja terhadap tenaga kerja. Bagi perusahaan dan karyawan yang tertarik dengan program ini bisa mencoba membuka situs www.theglobalcouple.com yang memberikan panduan investasi jaringan ini secara lengkap dan detail.

 

Alasan Perusahaan Melakukan Investasi Jaringan Tenaga Kerja

Alasan Perusahaan Melakukan Investasi Jaringan Tenaga Kerja – Perusahaan yang mempertahankan tenaga kerja potensial menjadi bentuk investasi jangka panjang yang perlu dipertimbangkan. Adanya tenaga kerja potensial dan berkualitas sebagai aset yang sangat berharga dan perlu dimiliki oleh sebuah perusahaan.

Pada saat melakukan recruitment terhadap tenaga kerja memang bisa dilakukan kapanpun sesuai dengan kebutuhan dari perusahaan. Akan tetapi, untuk mendapatkan tenaga kerja potensial tentunya bukan suatu hal yang mudah untuk dilakukan.

Adanya tenaga kerja berkualitas dan potensial ini tidak hanya dinilai dari tingkat kemampuan dan kecerdasan dimilikinya saja. Perusahaan juga harus melihat bagaimana etos kerja serta kualitas dari produktivitas kinerja yang pernah dilakukan.

Sehingga sangat penting bagi perusahaan dalam mempertimbangkan dan mempertahankan tenaga kerja yang memiliki etos kerja tinggi. Tenaga kerja memiliki peranan yang sangat penting dalam mendukung produktivitas kinerja untuk perusahaan ke depan.

Alasan Perusahaan Investasi Tenaga Kerja

1. Menghindari Tenaga Kerja Potensial agar Tidak Resign
Melakukan rekrutmen terhadap tenaga kerja baru memang cukup mudah untuk dilakukan dan sulit dalam menerapkan langkah cara untuk mempertahankan tenaga kerja potensial. Apabila perusahaan berhasil untuk mempertahankan tenaga kerja berkualitas di perusahaannya tentunya harus menghindari supaya tenaga kerja tersebut tidak memutuskan untuk resign.

Jika tenaga kerja telah mengundurkan diri pastinya akan memberikan kerugian besar terhadap perusahaan karena kehilangan tenaga kerja berkualitas dan potensial. Alasan dari perusahaan melakukan investasi jaringan tenaga kerja supaya bisa menghindari hal seperti ini tidak terjadi di perusahaannya.

Pada langkah ini bisa menerapkan untuk menawarkan banyak benefit pada setiap tenaga kerja. Dengan begitu, tenaga kerja yang bekerja di perusahaan merasa dihargai, diperhatikan dan diberikan ke apresiasi lebih oleh perusahaan yang bersangkutan

Penawaran benefit memang sangat menarik untuk memberikan kesejahteraan dan kenyamanan bagi setiap tenaga kerja yang telah terpenuhi. Hal ini memberikan dampak positif bagi tenaga kerja supaya bisa meningkatkan produktivitas kinerja menjadi lebih optimal.

Setiap tenaga kerja memiliki kecenderungan untuk bekerja di perusahaan terbaik dan menawarkan benefit sesuai dengan kemampuan yang telah dimilikinya. Oleh karena itu, dari tenaga kerja itu sendiri juga melakukan riset terlebih dahulu pada perusahaan yang nantinya akan menjadi tempatnya bekerja.

2. Menjaga Keseimbangan Kerja Pada Perusahaan
Pada saat perusahaan telah kehilangan tenaga kerja potensial dan berkualitas menjadi faktor yang sangat penting bagi perusahaan karena memberikan dampak yang cukup negatif. Perusahaan akan kehilangan keseimbangan produktivitas kinerja karena tidak dilengkapi dengan ketersediaan SDM mumpuni di dalamnya.

Dibandingkan harus mempertaruhkan kinerja di perusahaan yang telah tidak stabil tentunya program yang perlu diterapkan oleh perusahaan yaitu dengan mempertahankan tenaga kerja potensial. Investasi terhadap jaringan tenaga kerja tidak akan membuat perusahaan merasa rugi dan justru memberikan dampak positif untuk mendapat keuntungan besar bagi perusahaan.

Saat perusahaan kehilangan tenaga kerja berkualitas yang bisa memberikan kontribusi besar terhadap perusahaan memang akan rugi besar. Akan tetapi, dari tenaga kerja tersebut tidak merasa dirugikan karena bisa mendapatkan pekerjaan yang jauh lebih baik sesuai dengan harapannya di luar sana, mengingat di perusahaan sebelumnya tidak mendapatkan apresiasi dan perhatian lebih atas kontribusi yang pernah dilakukannya.

Sehingga banyak diantara perusahaan yang terus mempertahankan tenaga kerja potensial dengan memberikan penawaran menarik supaya tidak terkecoh untuk beralih ke perusahaan lain. Biasanya dari perusahaan memberikan penawaran dalam bentuk gaji dan insentif yang lebih kompetitif sehingga dapat mempertahankan tenaga kerja untuk tidak memutuskan resign.

3. Tidak Mudah Mencari Tenaga Kerja Terbaik
Dalam upaya mencari tenaga kerja terbaik memang melalui beberapa proses yang tentunya cukup panjang supaya bisa mendapatkan orang dengan loyalitas besar terhadap perusahaan. Ketika mencari tenaga kerja terbaik tentunya dari perusahaan akan membuka recruitment terlebih dahulu pada calon tenaga kerja kapan saja.

Akan tetapi, dibandingkan harus mencari tenaga kerja terbaik lagi dan mengulangi proses yang cukup panjang. Mempertahankan tenaga kerja yang sudah ada di dalam perusahaan di posisi tertentu pastinya menjadi lebih mudah karena telah mengetahui bagaimana seluk beluk yang dilakukan di perusahaan tersebut.

Saat perusahaan memiliki tenaga kerja berkualitas dan potensial menjadi bentuk keberuntungan yang dapat dijadikan sebagai investasi jangka panjang yang menguntungkan bagi perusahaan. Dengan demikian, apabila telah memiliki karyawan terbaik di perusahaan tersebut sebaiknya tetap dipertahankan secara maksimal supaya bisa membantu dalam mengembangkan perusahaan yang lebih maju ke depannya.

Karakter tenaga kerja potensial

Tenaga kerja potensial tidak bisa ditemukan dengan mudah dan melalui tahapan recruitment yang pastinya membutuhkan waktu cukup lama. Tidak banyak para tenaga kerja yang mampu memberikan loyalitas besar terhadap perusahaan dalam membantu pengembangan yang lebih baik.

Ketika ingin memperoleh tenaga kerja potensial dan berkualitas sebagai bentuk investasi jaringan bisa memilih tenaga kerja yang mempunyai etos kerja baik. Etos kerja yang dimiliki oleh tenaga kerja dapat dilihat dari sikapnya bekerja dan proses pengembangan yang dilakukan dengan menerapkan passion serta kemampuan yang telah dimilikinya sebagai bentuk motivasi ke depan.

Etos kerja biasanya akan terlihat dari setiap tenaga kerja yang mengharuskan untuk berada pada satu tim yang sama untuk bekerja sama terhadap project tertentu. Jika dilihat ternyata tenaga kerja tersebut memberikan kontribusi besar, sudah dipastikan perusahaan telah melakukan investasi besar terhadap jaringan tenaga kerja.

Sebab, skill yang dimiliki oleh tenaga kerja menjadi bentuk solusi yang paling tepat dalam memberikan hasil terbaik bagi perusahaan. Dengan begitu, kebutuhan dari perusahaan dapat terpenuhi secara sempurna sesuai dengan visi dan misi yang diterapkan.

 

Investasi Tenaga Kerja untuk Menjalankan Proyek Pemerintah

Investasi Tenaga Kerja untuk Menjalankan Proyek Pemerintah – Pemerintah melakukan banyak cara agar pemerataan pembangunan, pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat dengan baik. Salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah adalah merencanakan proyek strategis pemerintah atau PSN. Proyek yang direncanakan pada masa kekuasaan presiden Jokowi ini diatur oleh PP dan pelaksanaannya dilakukan oleh pemerintah pusat, badan usaha dan pemerintah secara langsung. Proyek yang sangat membangun ini dilakukan di pulau Sumatera, Kalimantan, pulau Jawa.,Sulawesi, Maluku, Bali dan Nusa Tenggara. Dana yang digunakan dalam pelaksanaan PSN berasal dari APBN, BUMN dan hasil kerja sama yang dilakukan oleh pemerintah dengan badan usaha. Proyek yang nilainya hingga triliunan ini tentunya membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah yang besar. Pemerintah menginvestasikan tenaga kerja dalam jumlah besar yang nantinya dapat diterapkan di daerah-daerah tertentu yang sedang menjalani proyek rancangan pemerintah.

Workforceinvestmentnetwork – Pemerintah menyediakan sekitar 19 juta pekerja yang nantinya akan bekerja di beberapa proyek strategis pemerintah. Hal ini dikemukakan langsung oleh Airlangga Hartanto selaku Menteri Koordinator Perekonomian. Airlangga juga menyebutkan jika ada sekitar 14 ribu pekerja yang akan terjun secara langsung pada proyek-proyek yang telah direncanakan oleh pemerintah. Kabar tersebut diungkapkannya setelah mengikuti rapat terbatas dengan Presiden. Presiden Joko Widodo bahkan menjadi pemimpin rapat yang dilakukan secara video conference. PSN menjadi proyek yang bersifat membangun. Proyek akan dijalankan pada tahun 2020 hingga tahun 2024. Setiap tahunnya, diharapkan ada sekitar 4 juta pekerja yang turut perpartisipasi dalam pembangunan proyek. Selama periode 2020 hingga 2024, setidaknya ada 19 juta pekerja yang dapat memperoleh pekerjaan dari PSN ini.

Dari 233 proyek yang direncanakan oleh pemerintah, ada 88 proyek yang selesai dijalankan. Proyek tersebut telah menelan biaya sebesar Rp. 4.183 triliun dan tentunya membutuhkan pekerja dalam jumlah yang besar. PSN yang dilaksanakan di tahun 2020 menelan biaya sebesar Rp. 1.422 triliun. Nilai proyek tersebut juga membutuhkan tenaga kerja yang besar sehingga proyek dapat berjalan sesuai dengan rencana. Penambahan jumlah tenaga kerja dilakukan dengan cara yang beragam. Rule of thumb yang dilakukan di Konawe membutuhkan sekitar 11 ribu pekerja. Jumlah pekerja tersebut juga berdasarkan dengan program dan klaser yang disiapkan oleh pemerintah setempat. Presiden berharap jika PSN dapat menghemat devisa, menciptakan lapangan kerja yang baru dan menghasilkan ekspor. Selain di Konawe, proyek kilan di Balongan diharapkan mampu menghemat devisa negara sebanyak 12 milyar USD. Proyek ini terintegrasi dengan Petrokimia karena berkaitan dengan pengembangan kilang. Jumlah pekerja yang dibutuhkan dalam proyek di Balongan mencapai 40 ribu pekerja.

Baca juga : Investasi PSN yang Menyerap Jutaan Tenaga Kerja Baru

Industri di Brebes juga menjadi PSN yang diharapkan dapat menarik minat industri asal Jepang, Amerika dan Korea. Indramayu yang memiliki irigasi rentan menyediakan 88 ribu hektar tanah yang akan digarap oleh pemerintah. Jumlah anggaran yang disediakan sebesar Rp. 3,1 triliun. Agar pekerjaan tersebut dapat diselesaikan dengan baik, pemerintah telah menginvestasikan tenaga kerja yang dibutuhkan. Penggunaan tenaga kerja tersebut dapat pula dimanfaatkan dalam menyelesaikan rehabilitasi irigasi di Purbalingga. Irigasi yang telah dibangun sejak tiga tahun lalu ini telah selesai dibangun seluas 3 ribu hektar dari 6 ribu hektar tanah yang ada. Jumlah pekerja yang dibutuhkan sekitar 595.000 pekerja. Jumlah pekerja tersebut diharapkan dalam menyelesaikan pekerjaan selama dengan baik sesuai dengan rentang hari yang telah direncanakan.

Investasi PSN yang Menyerap Jutaan Tenaga Kerja Baru

Investasi PSN yang Menyerap Jutaan Tenaga Kerja Baru – PSN atau Proyek Strategis Nasional merupakan proyek infrastruktur tanah air yang disusun oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo. Proyek tersebut dinilai strategis dalam peningkatan pembangunan, pertumbuhan ekonomi, pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Pelaksanaan proyek PSN dilakukan dan dipantau langsung oleh pemerintah daerah, pemerintah pusat atau badan usaha. PSN harus memenuhi kriteria dasar, kriteria operasional dan kriteria strategis. Kriteria strategis mengacu pada manfaat proyek terhadap kesejahteraan sosial, keamanan nasional, konektivitas dan pertahanan.

Kriteria operasional mengharuskan kelayakan antara nilai investasi dan kajian studi kelayakan. Percepatan pembangunan, jaminan keamanan politik dan waktu penyediaan lahan yang cepat dapat terjadi dengan adanya PSN ini. Airlangga Hartanto selaku Menteri Koordinator Perekonomian RI menjelaskan jika PSN atau Proyek Nasional Strategis ini menyerap 19 juta lebih tenaga kerja baru. Data yang diperoleh oleh Kementerian PUPR menyebutkan jika ada sekitar 14 ribu pekerja yang dapat dipekerjaan untuk proyek senilai 1 triliun Rupiah. Jumlah pekerja tersebut dapat dipekerjaan secara langsung dan tak langsung. Kabar ini diungkapkan secara langsung oleh Airlangga setelah mengikuti rapat terbatas. Rapat dengan rema evaluasi PSN dalam pemulihan ekonomi nasional ini dipimpin oleh Presiden Joko Widodo secara langsung. Rapat dilakukan melalui video conference karena Covid yang sedang melanda di negeri ini. Kabar adanya PSN ini tentunya menjadi angin segar bagi warga yang banyak dirumahkan akibat pandemi virus Corona. Mereka diharapkan dapat kembali bekerja dan memperoleh pendapatan melalui PSN yang dicanangkan oleh pemerintah.

Workforceinvestmentnetwork – PSN merupakan proyek yang sifatnya membangun. PSN dimulai pada tahun 2020 hingga tahun 2024. Proyek pembangunan ini ditargetkan mampu menarik tenaga kerja sebanyak 4 juta untuk setiap tahunnya. Selama proyek berjalan selama 5 tahun berselang, jumlah tenaga kerja yang diserap dapat mencapai 19 juta pekerja. Menurut data terakhir yang dihimpun oleh Kementerian Koordinator, ada 88 proyek dari 233 proyek yan telah selesai dilakukan di akhir tahun 2019. Proyek tersebut bernilai Rp. 4.183 triliun. Pada tahun 2020, ada sekitar 89 proyek yang tergolong dalam PSN baru. Nilai proyek tersebut sebesar Rp. 1.422 triliun. Dengan tingginya nilai proyek tersebut, pemerintah membutuhkan banyak tenaga kerja yang baru sehingga PSN dapat dirampungkan sesuai dengan rencana. Penambahan tenaga kerja baru dilakukan dengan cara yang beragam. Jumlah tenaga kerja yang direkrut berdasarkan dengan program dan klaser yang disediakan.

Airlangga menilai bahwa Presiden meminta agar PSN memiliki nilai tambah terhadap devisa sehingga dapat menghasilkan kegiatan ekspor dan menciptakan lapangan kerja yang baru. Banyak proyek tinggi yang disediakan oleh pemerintah, seperti pengembangan kilang yang berlokasi di Balongan. Kilang tersebut akan terintegrasi dengan Petrokimia. Proyek PSN ini diharapkan dapat menghemat devisa negara sebanyak 12 milyar USD. Pengembangan smelter yang berada di Konawe menjadi proyek yang masih berjalan. Potensi pendapatan devisa negara diharapkan mengalami peningkatan setiap tahunnya. Jika dahulunya devisa yang dicapai bernilai 6 milyar USD, pendapatan devisa yang diharapkan dicapai untuk tahun ini mencapai 9 hingga 11 milyar USD. Jumlah pekerja yang bekerja mencapai 40 ribu pekerja. Masih ada beberapa proyek lainnya yang membutuhkan tenaga kerja dalam jumlah besar, salah satunya proyek yang berada di Brebes. Proyek tersebut diharapkan dapat menarik minat Amerika Serikat, Korea atau Jepang. Penyerapan tenaga kerja yang dibutuhkan cukup besar sehingga proyek dapat berjalan.